http://nasional.jurnas.com 21 Maret 2011
Catatan Perjalanan ke TNBBBR Sintang (Bagian 1): Runtuhnya Komitmen Operasi Gabungan
Pontianak. KEPALA Desa Rantau Malam, P Obang tak mampu menutupi kekesalannya. Ia marah dengan warganya yang keras kepala. Ia geram dengan mereka yang tak patuh dengan imbauan pemerintah desa. “Sudah berkali-kali saya ingatkan jangan menambang di kawasan konservasi, mereka masih saja menggali. Sekarang, mereka akan merasakan akibatnya,” celoteh Obang. Malam itu, Sabtu (12/3), suasana mes milik PT Sari Bumi Kusuma (SBK), salah satu perusahaan pemegang konsesi di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), tampak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Ada serombongan orang dalam jumlah besar menginap di situ. Mereka terdiri dari Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (Sporc) Brigade Bekantan Kalimantan Barat, Satuan Polisi Kehutanan (Polhut), kepolisian, TNI, dan wartawan. Kepala Balai TNBBBR, Widada, juga hadir. “Ayo ngumpul. Kita briefing sejenak,” pekik Widada mengomandoi seluruh pasukan bersenjata lengkap itu. Ia mengemukakan tujuannya secara gamblang pada malam yang redup oleh rintik hujan. Operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan TNBBBR pun ditabuh. Widada menunjuk Edy Zulkarnain sebagai Komandan Tim Operasi (Dantimops). Edy dibantu Jonif Sianturi (Komandan Regu Sporc Brigade Bekantan), Andhi Jumhadi Adji Saroyo (Komandan Regu Polhut), Ipda Heri E Sihombing (Kapolsek Serawai), dan Kapten W. Gurning (Danramil Serawai).
Lanjut Baca »