Feeds:
Pos
Komentar

Nasional / Sabtu, 11 Agustus 2012 11:13 WIB

Metrotvnews.com, Pontianak: Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Bekantan Kalimantan Barat menggagalkan penyelundupan 96 paruh burung Enggang Gading yang dilindungi. Untuk kasus ini, SPORC Bekantan menangkap dua warga negara China.

Kasus itu terungkap ketika dua warga China melintasi mesin X-Ray di Bandar Udara Supadio, Pontianak. Alat X-Ray mendeteksi adanya barang mencurigakan. Setelah diperiksa ternyata berupa paruh burung Enggang Gading.

Petugas bandara pun langsung menahan kedua tersangka yang hendak berangkat ke Jakarta. Kedua tersangka mengaku memperoleh paruh burung Enggang Gading yang menjadi maskot Kalbar kdari wilayah Kalimantan Barat.

Kedua warga China itu langsung ditahan di Kantor SPORC Bekantan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100 juta.(DSY)

KAMIS, 05 JANUARI 2012 19:51
JUNAEDI ABDILLAH
http://beritanda.com

 

PONTIANAK, BeritAnda - Memasuki awal tahun 2012, Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Kalbar berhasil menyita 1500 batang kayu ilegal, hasil tangkapan operasi yang dilaksanakan Minggu (1/1/2012) di perairan Sungai Kapuas di kawasan Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu, Kubu Raya.

Dalam keterangan persnya di Sungai Raya-Kabupaten Kubu Raya, Kamis (5/1/2012), Komandan SPORC Kalbar, David Muhammad, menyampaikan bahwa penangkapan yang dilakukan pada pukul 17.00 wib tersebut, anggota SPORC menangkap KM Sinar Kapuas II yang dinakhodai oleh KH (50), dengan muatan kayu olehan jenis rimba campuran.

Lanjut Baca »

Jumat, 18 November 2011

CUS Sukseskan Gerakan Tanam 1 Miliar Pohon

Dipusatkan di Kawasan Danau Konservasi

Kepala BKSDA Kalbar Djohan UP, Direktur PT CUS Partahian Siregar, 1 miliar pohon
Kamiriluddin
Kepala BKSDA Provinsi Kalbar Djohan UP disaksikan Direktur PT CUS Partahian Siregar dan tamu undangan lainnya, menanam secara simbolis di sekitar kawasan Danau Konservasi CUS di Dusun Jelutung Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara

Sukadana –

Program pemerintah menanam satu miliar pohon secara serentak akan dilaksanakan 28 November mendatang. Kendati masih beberapa hari ke depan, PT Cipta Usaha Sejati (CUS) melaksanakan kegiatan tersebut lebih cepat.

Lanjut Baca »

Senin, 27 Juni 2011 18:35 WIB

Oleh : Tito
Aktivis Yayasan Palung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kasus pelanggaran UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistem di kabupaten Ketapang sudah cukup banyak.

Namun sepertinya belum ada yang ditindak secara hukum. Terutama kejahatan terhadap satwa dilindungi. Keadaan seperti ini apabila ini tidak diperhatikan secara serius, maka kedepan kekayaan alam hayati Ketapang berangsur-angsur akan punah.
Lanjut Baca »

Tuesday, March 22, 2011

http://yayasanpalung.blogspot.com/2011/03/vonis-pertama-kasus-perdagangan.html

Aktifitas perdagangan dan pemeliharaan orangutan di Kalimantan Barat masih berlangsung di tengah masyarakat, termasuk di Kota Pontianak. Menyikapi hal ini beberapa lokasi perdagangan satwa telah menjadi target, salah satunya lokasi perdagangan satwa yang terletak di Pontianak. Monitoring terhadap target operasi (TO) mulai ditingkatkan seiring dengan informasi adanya stock bayi orangutan yang akan di perdagangkan. Sekaligus untuk memulai proses hukum bagi pelangar undang-undang perlindungan satwa. Tersebutlah Ongky salah satu oangutan yang akan diperdagangkan.

Lanjut Baca »

Pontianak Post
Selasa, 24 Mei 2011

Amankan Kayu Depan Sawmill

PONTIANAK – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat Brigade Bekantan Kalbar mengamankan barang temuan sebanyak 788 batang kayu yang dirakit di depan sebuah  dermaga sawmill di Batu Ampar Kubu Raya, Rabu (18/5). Belum ada tersangka ditetapkan dalam temuan kayu tanpa berdokumen tersebut.Kini kasusnya masih diselidiki secara intensif.Komandan SPORC Bekade Kalbar David Muhammad, Senin (23/5) mengatakan, sudah tiga saksi dimintai keterangan terkait penemuan kayu yang di rakit itu. Dengan perincian dua saksi dari pihak perusahaan dan seorang warga setempat. Keterangan para saksi masih terus dikembangkan. Tetapi belum cukup bukti jika untuk menetapkan tersangka.

Hasil pemeriksaan sementara asal kayu dengan jenis rimba campuran dan kelompok meranti dari hasil bekas tebangan pembukaan areal perkebunan sawit. Tetapi untuk memastikan kebenaran keterangan yang diperoleh, SPORC akan melakukan lacak balak. Karena lokasi perkebunan berdampingan dengan areal hutan lindung. Menurut David, seluruh kayu yang diamankan tidak berdokumen. Jadi kuat dugaan merupakan hasil aktivitas illegal logging. Karena jika hasil tebangan tetap harus dilengkapi dengan ijin penebangan kayu (IPK) . “Kayu tidak disertai dengan IPK. Maka langsung kita amanakan. Sementara barang bukti masih dititipakan di depan dermaga Sawmill,” kata David.
Lanjut Baca »

Pontianak Post

Selasa, 10 Mei 2011

BUKTI: Petugas memusnahkan barang bukti perambahan liar di Taman Wisata Alam Paloh. ISTIMEWA

PONTIANAK – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat Brigade Bekantan Kalimantan Barat menemukan banyak barang bukti aktivitas pembalakan liar di hutan lindung dan taman wisata alam Asuansang Sei. Seputih  Paloh, Kabupaten Sambas. Barang temuan hasil operasi yakni telah berbentuk kayu olahan siap jual.Barang bukti yang ditemukan terdiri atas berbagai jenis kayu. Meliputi Bengkirai, Meranti, dan Keruing. Tetapi telah diolah dalam bentuk papan dan tiang. Yang ditinggal perambah hutan ketika tim operasi Respresif Pengawasan Kawasan Hutan tiba ke lokasi. Kayu olahan tanpa tuan itu berjumlah 1500 batang atau sekitar 60 kubik dengan ketebalan 15 cm.

Kanit Operasi SPORC Bekantan Kalbar, Hary Novianto, menduga operasi telah bocor. Karena pelaku perambah hutan sudah menghilang dari lokasi. Selain hanya menemukan hasil kegiatan pembalakan liar. Padahal aksesnya cukup terpencil dan sangat jauh dari perkampungan.Sementara untuk menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui  jalur transportasi sungai. Dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam dari dermaga Merbau Paloh. Sedang lokasi pengolahan kayu jauh masuk ketengah hutan. Berjarak sekitar dua km dari bentaran sungai. Mengangkut hasil olahan menggunakan sepeda. Karena di lokasi ikut ditemukan jalur khusus yang diduga sebagai lintasan sepeda.

Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.